Blog Yang Puitis
Kecubung Pengasihan
Ya, Allah
Undanglah daku
dalam satu meja makan
di mana terhidang segala makanan,
kasih sayang
dan gurau bersahut-sahut
Lalu Engkau berkata dengan senyuman merekah
“Marilah kita bicara tentang segalanya.”
Sejenak tangan kiri kita berpegangan
pada bibir meja.
Engkau julurkan secangkir teh kepadaku
dan ketika jari-jari-Mu menggeser jari-jariku
Aduhai, perasaan yang bahagia menyelinap
di hati kita masing-masing tanpa kita sadari
Mau lihat artikel cinta dan kumpulan puisi yang lain
Monggo Pinarak
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.